Rabu, 13 Maret 2013

Nutrisi Terbaik Untuk Sela


http://selaluberprestasi.files.wordpress.com/2012/05/sayur-dan-buah.jpg

Aku tahu. Sangat paham. Bahwa seutuhnya kamu tidak pernah memahamiku. Setiap isyarat yang aku kirimkan tak pernah betul-betul kamu pedulikan.
Aku ingin hidup dengan tenang. Tanpa ada kerusakan dalam diriku. Walau aku sadar yang kamu berikan padaku lebih banyak sakit. Luka. Dan aku semakin rapuh. Entah kamu yang terlalu membutuhkanku ataukah aku yang terlanjur tak bisa lepas dari dirimu. Badi. Aku. Aku ingin selalu membersamaimu.
Aku masih ingat, siang dengan teriknya. Menggugahmu untuk duduk pada sebuah kursi dalam ruangan berpendingin. Menikmati sejuknya. Bersama sebuah botol yang juga berisi cairan dingin. Tinggal setengahnya. Aku tahu Badi, Kamu sangat menikmati saat-saat seperti itu.
Saat dimana kamu duduk santai, tampak tanpa beban. Hanya terus mengonsumsi softdrink. Dengan sepotong fastfood. Sungguh nikmat hidupmu. Sadarkah kamu bahwa apa yang sering kamu konsumsi berpengaruh seutuhnya padaku. Padaku Badi.
“Badi, aku tidak membutuhkan itu. Sediktpun tidak”, kataku memperingatkanmu “Aku butuh cairan. Aku butuh vita…”.
“Sela!! Terima dan gunakan apapun yang aku berikan padamu”. Bentakmu “Aku yang lebih tahu segalanya”.
 Kamu masih ingat pertengkaran kita waktu itu kan Badi. Aku selalu berusaha memperingatkanmu. Bukan hanya sekali, berkali-kali aku mengirimkan sinyal. Tanda-tanda. Tapi tak sekalipun kamu memedulikannya.
Kalau aku harus terluka sekarang. Sebetulnya ini belum saat aku rusak. Tapi pola makan dan gaya hidupmu memaksaku. Mengharuskan aku menggunakan zat-zat yang tak memiliki nilai
gizi. Hanya kalori berlebih, pengawet, pemanis buatan yang kamu sodorkan secara paksa padaku.
Aku butuh serat alami. Serat yang bisa aku dapatkan dari sayur dan buah. Sesederhana itu Badi. Aku butuh itu setiap hari. Untuk menyehatkanku. Untuk pergantian selku. Karena aku membelah setiap detik dan mati secara terhormat setelah sel baru datang menggantikanku.
Bagaimana aku bisa membelah. Seperti apa bentuk sel baru yang akan terbentuk. Aku tidak bisa menjamin itu akan normal, bila hanya sampah pada junkfood yang kamu jejalkan padaku. Aku tidak membutuhkan itu. Junkfod dan fastfood hanya akan merusakku lebih dalam. Juga akan merusakmu secara perlahan.
Aku ingin membersamaimu lebih lama. Melihatmu menyusun skripsi. Belajar dengan tekun. Bahkan aktif dalam kegiatan kemanusiaan. Hingga bisa berguna bagi bangsa. Aku sangat ingin kamu melakukan itu. Tanpa ada rasa nyeri pada lambungmu. Tanpa ada keluhan sakit pada dirimu.
Tahukah kamu Badi. Saat rasa nyeri itu sudah sangat meyakitkanmu. Maka sebagai sel dalam tubuhmu. Aku sesungguhnya sudah sangat rusak. Aku meradang. Infeksi. Lebih dari yang kamu rasakan. Aku tidak mampu mencegah lukamu lebih lama. Karena kurangnya asupan vitamin dan mineral dari makananmu. makanan kesayanganmu tidak memilikinya Badi. Junkfood dan Softdrink andalanmu.
Aku tahu sayang, kamu tidak mengindahkan perkataanku. Maka aku tidak akan memaksamu lebih lama. Aku juga sudah bosan dan gerah dengan segala sikapmu. Kurangnya asupan gizi, gaya hidupmu yang terlalu instan, stress dengan hal-hal sepele, juga lingkunganmu yang penuh polusi. Menjadikanku menua jauh melampaui usia biologismu. Kamu tahu kan, kita ini satu. Walau akulah yang lebih dulu menderita sebelum kamu ikut merasakan sakit.
Inilah yang akan menjadi penyebab berakhirnya kita. Kamu dan aku. Kita akan mengakhiri kisahmu diusia yang baru berkepala dua. Bukankah itu usia yang masih sangat hijau. Saat terbaik untuk belajar dan mengoptimalkan segala kreatifitasmu.
Sudahlah. Mungkin kamu memang tidak punya mimpi. Hanya hawa nafsu yang menguasaimu. Melakukan segala hal semaunya. Tanpa ada rambu-rambu yang harus dipatuhi. Maka nikmatilah sakitmu.
Sekarang kamu tinggal pilih. Bagian tubuh mana yang paling kamu inginkan untuk menderita. Jantung. Ginjal. Pembuluh darah. Otak. Semuanya bisa kamu pilih. Secara bersamaan juga tidak masalah.
Badi. Dalam nurani kecilmu. Aku tahu kamu masih ingin berubah. Maka aku tidak akan meminta banyak. Cukup berikan aku zat-zat gizi yang bermanfaat bagiku. Sebelum semuanya benar-benar terlambat. Vitamin A, D, E, dan K, juga  vitamin C dan B. tanpa melupakan mineralnya. Sayur dan buah alami mampu memenuhinya. Bila kamu betul-betul ingin hidup lebih lama.
Kamu tidak perlu mengonsumsi secara berlebihan. Karena bila berlebih maka aku juga akan kewalahan mengontrolnya. Karena aku berusaha menjaga agar tubuhmu selalu dalam keadaan normalnya. Lihat betapa aku sangat menyayangimu. Tolong hargailah aku. Sedikit saja Badi.
Untuk memenuhi kebutuhanmu, kamu cukup mengkombinasikan jenisnya. Karena dalam sayur dan buah akan saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan selku. Aku mencintaimu Badi. Izinkan aku menua bersamamu.
“Badi, usiaku sebagai sel sudah berumur 32 tahun” keluhku padamu “Bantu aku untuk berusia sama dengan usia biologismu, 20 tahun”.
“Apakah aku yang menyebabkan penuaan dini padamu Sela?” tanyamu ragu.
“Bukan Badi. Tapi pola hidupmu yang minim zat gizi. Juga radikal bebas yang setiap hari kamu hirup” jawabku kembali mengingatkan. “Aku berusaha melawan setiap benda asing yang aku temui, namun yang terjadi aku semakin rusak. Karena kamu tidak memberiku makan secara layak. Kamu masih peduli padaku kan Badi?”
“Tentu.”
“Sehatkan aku. Sel dalam dirimu.”
Ada banyak Badi yang lain di luar sana. Semoga Ia tidak melakukan kejahatan pada Sela Sela dalam dirinya. Seperti yang aku rasakan sebagai Sela yang berada dalam dirimu, Badi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar