Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Desember 2012

Bertemu, Rindu




Tak peduli seberapa pun seringnya datang
Memberi rasa berbeda dalam hari yang panjang ini
Tak akan pernah mampu
Untuk sedikit saja menghalau rindu
Bahkan rasa ini semakin banyak.
Membuat paru-paru sesak oleh rindu yang tak lagi berujung
Hanya rindu. Rindu. Rindu
Selalu merindukannya. Hujan

Walau aku sepernuhnya yakin
Bahwa tanpa menunggunya pun, ia akan tetap datang
tanpa memintanya jatuh, ia akan tetap berjatuhan
Karena hujan selalu menemuimu pada waktu yang selamanya tepat.

Membawa angin beku
Tanpa polusi, tanpa karbon monoksida

Saat Pergi
Menyisakan dingin yang menyejukkan 
bersama trembesi dengan daun basah 
menanti hujan segera kembali.
karena datangnya meninggalkan rindu. lebih rindu.

_menyambut hujan dengan syukur tiada henti_

Jumat, 03 Agustus 2012

Rasa yang Satu

Tak pernah bosan menatap langit
Menikmati suguhan indah-Nya
Pada malam menggigil bersama taburan bintang

Ada kedamaian tersendiri
Saat menyempatkan menerawang ke langit
Sementara bintang memenuhi alam semesta
Terhampar memenuhi malamnya langit

Laiknya hati yang selalu rindu
Rindu. Rindu ini tetap utuh
Walau kemarin telah menatapnya lekat
Selekat siang membersamai matahari


_di sudut sepi, rantau_

Rabu, 27 Juni 2012

Inilah Waktu

waktu...
datang tanpa pernah memahamkanku lebih
pergi tanpa peduli betapa aku butuh
masih butuh detik itu
detik saat kamu ada disini
meminjamkan bahumu untuk sekedar merasakan gundahku

waktu…
kini semakin jauh meninggalkanku
ingin rasanya kembali
kembali pada keadaan indah
saat kita masih tertawa riang
saling bertukar cerita

waktu...
kini berhasil memisahkan raga
menyisakan kenangan, dengan sejuta warna
warna yang ingin ku pudarkan saja
hingga tak ada luka, saat kepingan kenangan tentangmu
kembali mengisi rongga ingatanku
bukan karena aku menyesal sahabat
terlebih karena aku belumlah kuat
melalui hariku tanpa sosok ceriamu disini.
waktu...
membuatku kini begitu merindukanmu
merindukan tawa riangmu sahabat.
saat kita saling melempar air laut
berkejaran hingga senja meninggalkan siangnya.

waktu...
selalu saja membuatku merindukanmu.
dengan caranya sendiri.
walau tahu bahwa hanya senyum riang
dalam bingkai birumu yang dapat kupandangi kini.

Waktu…
Memaksa mendewasakanku
Mengajarku untuk ikhlas
Karena ada kehendak yang tidak bisa dilawan
Selamat jalan sahabat
Semoga Engkau tenang disisi-Nya
Sosokmu akan selalu utuh dihatiku.